- Firli Herdiana
- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Di balik setiap ilustrasi, selalu ada cerita. Di balik setiap karakter, selalu ada sepotong dunia yang lahir dari imajinasi penciptanya. Hal itulah yang menjadi dasar lahirnya Starlight Dreamer, sebuah proyek ilustrasi orisinal karya Hasna Yahya, yang kini akan hadir dalam format zine dan segera berlanjut menjadi serial komik.
Lebih dari sekadar kumpulan gambar, Starlight Dreamer merupakan semesta kecil yang dibangun dengan penuh perhatian terhadap karakter, kepribadian, warna, dan emosi. Hasna Yahya menghadirkan tiga tokoh utama yang masing-masing memiliki latar belakang, minat, serta cara memandang dunia yang berbeda. Ketiganya tidak hanya menjadi karakter visual, tetapi juga sahabat bagi pembaca yang menyukai kisah hangat, petualangan, dan imajinasi.
Sebuah Dunia yang Lahir dari Imajinasi
Sebagai ilustrator, Hasna Yahya membangun Starlight Dreamer dari pertanyaan sederhana:
“Bagaimana jika setiap orang memiliki dunianya sendiri, namun tetap dapat saling menemukan?”
Dari pertanyaan tersebut lahirlah tiga karakter yang tumbuh dengan identitas kuat namun saling melengkapi. Masing-masing membawa warna, hobi, hingga simbol yang mencerminkan kepribadiannya.
Alih-alih mengejar sosok pahlawan yang sempurna, Hasna memilih menghadirkan karakter yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari—mereka memiliki mimpi, kegemaran, rasa takut, sekaligus keberanian untuk terus bertumbuh.
Mary — Sang Penjelajah yang Tenang

Dengan nuansa laut yang lembut, Mary Hutson digambarkan sebagai sosok yang menyukai membaca, memanggang kue, bepergian, dan berenang. Karakternya memancarkan ketenangan, rasa ingin tahu, serta kecintaannya terhadap alam.
Mary percaya bahwa dunia selalu lebih luas daripada apa yang telah kita lihat. Kutipan yang melekat pada dirinya,
“The world is bigger to explore.”
menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan selalu menghadirkan pengalaman baru.
Pada beberapa ilustrasi, Mary bahkan divisualisasikan dalam versi Mermaid AU, memperlihatkan bagaimana dunia Starlight Dreamer tidak dibatasi oleh realitas, melainkan terus berkembang mengikuti imajinasi.
Ardilla — Pemikir yang Menyimpan Keajaiban

Berbeda dengan Mary, Ardilla Scottsman hadir dengan nuansa kosmik berwarna hijau toska yang tenang. Ia digambarkan sebagai remaja yang gemar membaca buku, memainkan biola, menikmati kopi, dan menjelajahi tempat-tempat baru.
Kepribadiannya yang reflektif membuat Ardilla sering tenggelam dalam pikirannya sendiri. Namun justru dari sanalah berbagai ide dan kemungkinan lahir.
Dalam salah satu konsep alternatif, Ardilla bahkan memiliki kemampuan telekinesis, sebuah metafora tentang kekuatan pikiran dan imajinasi yang mampu menggerakkan dunia di sekitarnya.
Kalimat yang menyertainya,
“Let me go deep to my own book.”
menggambarkan bagaimana buku, pengetahuan, dan imajinasi menjadi ruang aman bagi dirinya.
Flynna — Energi yang Tidak Takut Berbeda

Karakter ketiga, Flynna Schweinhart, menjadi sosok paling ekspresif dalam kelompok ini. Dengan warna ungu yang mencolok, telinga kucing sebagai ciri khas visual, serta senyum yang selalu mengundang tawa, Flynna adalah representasi keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Ia menyukai memanggang kue, bermain video game, bernyanyi, hingga merajut. Semua hobinya mencerminkan karakter yang kreatif, aktif, dan penuh energi.
Pesan yang selalu dibawanya sederhana namun kuat:
“It’s okay to be weird.”
Melalui Flynna, Hasna Yahya mengajak pembaca menerima bahwa setiap orang memiliki keunikan yang patut dirayakan, bukan disembunyikan.
Lebih dari Sekadar Zine
Zine Starlight Dreamer dirancang sebagai pintu masuk menuju dunia yang lebih luas. Di dalamnya, pembaca akan menemukan ilustrasi karakter, profil, ekspresi, fakta-fakta menarik, hingga konsep visual yang memperlihatkan bagaimana dunia ini dibangun dari berbagai potongan cerita.
Setiap halaman menjadi dokumentasi proses kreatif Hasna Yahya—mulai dari desain karakter, eksplorasi kostum, warna, hingga berbagai versi alternatif yang memperkaya semesta Starlight Dreamer.
Zine ini bukan hanya media untuk menikmati ilustrasi, tetapi juga mengajak pembaca mengenal bagaimana sebuah karakter berkembang dari sketsa menjadi sosok yang memiliki identitas dan cerita.
Menuju Serial Komik
Perjalanan Starlight Dreamer tidak berhenti pada zine.
Proyek ini akan berkembang menjadi serial komik orisinal yang mengisahkan petualangan Mary, Ardilla, dan Flynna dalam sebuah dunia yang memadukan kehidupan sehari-hari dengan sentuhan fantasi, persahabatan, humor, dan pencarian jati diri.
Melalui komik tersebut, Hasna Yahya ingin memperlihatkan bahwa setiap karakter memiliki ruang untuk tumbuh, menghadapi tantangan, dan menemukan arti dari impian mereka masing-masing.
Tentang Hasna Yahya
Hasna Yahya adalah seorang ilustrator yang mengembangkan karakter orisinal sebagai medium bercerita. Melalui pendekatan visual yang hangat, ekspresif, dan penuh warna, Hasna menciptakan dunia-dunia imajinatif yang mengajak pembaca melihat bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana di sekitar kita.
Starlight Dreamer menjadi salah satu proyek personal yang merepresentasikan kecintaannya terhadap ilustrasi karakter, storytelling, dan pembangunan semesta visual yang terus berkembang.
Sebuah Awal dari Petualangan Baru
Setiap karakter memiliki kisah. Setiap kisah berawal dari sebuah mimpi.
Melalui Starlight Dreamer, Hasna Yahya mengajak pembaca memasuki dunia tempat persahabatan, imajinasi, dan keberanian berjalan beriringan. Zine ini adalah langkah pertama untuk mengenal Mary, Ardilla, dan Flynna—tiga karakter yang lahir dari imajinasi, namun perlahan akan hidup di benak para pembacanya.
Selamat datang di dunia Starlight Dreamer. Perjalanan baru baru saja dimulai.














